Pengertian Manajemen Proyek Perangkat Lunak
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
manajemen berarti penggunaan sumber
daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Atau dapat dikatakan juga bahwa
manajemen adalah suatu ilmu tentang perencaan, pengorganisasian, dan
pengelolaan. Pengertian proyek sendiri adalah suatu kegiatan yang temporer
(telah ditentukan waktu awal dan akhirnya) untuk mencapai suatu tujuan yang
melibatkan tim serta anggaran. Sedangkan perangkat lunak memiliki arti
sekumpulan instruksi, data, dan dokumentasi yang dijalankan pada komputer atau hardware. Jadi, maksud dari manajemen
proyek perangkat lunak (MPPL) adalah merupakan suatu pekerjaan merencanakan,
memonitioring, dan mengontrol proyek pengembangan perangkat lunak untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
Permasalahan dan Kekhawatiran dalam Proyek Perangkat Lunak
Masalah-masalah
yang muncul dari sudut pandang seorang manajer adalah :
- Estimasi dan rencana yang jelek
- Standard dan pengukuran kualitas yang kurang
- Petunjuk yang kurang tentang membuat keputusan organisasi
- Difinisi aturan yang jelek – siapa mengerjakan apa
- Kriteria sukses yang salah
Dari
permasalahan yang ada, kita memerlukan suatu manajemen proyek perangkat lunak
yang baik dengan tujuan agar proyek yang kita jalankan dapat sesuai dengan
koridornya, produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan, dan tentunya mencapai
sasaran utama yang diingkan. Terdapat ilmu manajemen proyek secara umum namun
mengapa kita memerlukan manajemen proyek perangkat lunak tersendiri, hal
tersebut dikarenakan perangkat lunak memiliki karakteristik dan kerumitan yang
berbeda dari produk pada lainnya yakni tidak nampak, mudah berubah dan
kompleks.
Stakeholder Proyek Perangkat Lunak
Sebelum
kita membahas proses-proses yang ada dalam manajemen proyek perangkat lunak,
kita perlu tahu terlebih dahulu peran-peran yang akan berkaitan dengan proyek
atau biasa disebut dengan stakeholder.
Berikut adalah penjelasannya :
- Manajer Senior, merupakan orang yang membuat keputusan, strategi dan kebijakan dalam proyek termasuk menentukan isu-isu bisnis.
- Manajer Proyek, adalah seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas proyek dan membagi tugas sesuai dengan kemampuan dan keahlian di bidangnya.
- Pelaksana / Teknisi, adalah semua orang yang ikut serta dalam pengembangan perangkat lunak. Peran ini dapat dibagi lagi menjadi pekerjaan yang lebih khusus yakni Analiyst, Designer, dan Programmer. Seorang Analyst bertugas untuk menganalisa kebutuhan dari Client yang kemudian hasilnya akan diberikan kepada Designer. Selanjutnya Designer akan merancang dan memvisualisasikan kebutuhan Client tersebut ke dalam sebuah arsitektur perangkat lunak. Tak jarang dua perkerjaan tersebut dikerjakan hanya oleh satu orang saja. Kemudian dari hasil rancangan arsitektur perangkat lunak yang telah dibuat, Programmer menuangkannya menjadi sekumpulan instruksi atau code yang nantinya akan menjadi suatu program perangkat lunak yang utuh.
- Client, merupakan orang atau badan yang memesan perangkat lunak dan menentukan kebutuhan dari perangkat lunak itu sendiri.
- End User, adalah orang-orang yang berinteraksi atau menggunakan perangkat lunak yang telah dibangun.
Proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak
Setelah kita mengenal para stakeholder yang ada, selanjutnya akan
dibahas bagaimana proses manajemen proyek perangkat lunak berlangsung.
Proses-proses tersebut dibagi menjadi 5 bagian yang disingkat POAC+M. Berikut
adalah penjelasannya :
- Planning, pada proses ini dilakukan analisa kebutuhan dari Client untuk dapat mengetahui permasalahan yang ada dan solusi yang nantinya ditawarkan.
- Organizing, di tahap kedua ini, dibuatlah rancangan yang lebih mendetil terkait solusi dari permasalahan yang ditawarkan. Rancangan juga telah dimuat dalam bentuk arsitektur komputer yang dapat diimplementasikan.
- Acting, selanjutnya adalah tahap dimana rancangan direalisasikan menjadi suatu perangkat lunak utuh.
- Controlling, setelah program perangkat lunak telah dibangun, maka akan diberikan kepada pihak Client. Pada tahap inilah dilakukan proses pemastian kualitas dan kinerja perangkat lunak.
- Monitoring, selama empat proses diatas berjalan, tak lupa senantiasa dilakukan pengecekan berkala agar segala tahapan pekerjaan dapat berjalan dengan baik seperti sebagaimana mestinya.
Pengukuran Ketercapaian Perangkat Lunak
Seperti yang telah disebutkan
sebelumnya, kita perlu mengukur tingkat ketercapaian perangkat lunak yang
dibangun, berikut adalah penejelasan selengkapnya :
- Langsung, diukur dari biaya dan usaha yang telah dilakukan seperti listing program, kecepatan eksekusi, ukuran memori, error pada sejumlah periode waktu.
- Tak Langsung, diukur berdasarkan fungsionalitas dan kualitas, kompleksibilitas, maintenance (kemampuan pemeliharaan), efisiensi, reliabilitasi (keandalan).
Contoh Proyek
Selanjutnya akan dibahas sebuah contoh
proyek perangkat lunak yang telah ada yakni proyek Sistem Informasi Kursus Sang
Juara School.
Definisi
Sistem informasi kursus Sang Juara
School ini digunakan untuk melakukan berbagai transaksi, penilaian, monitoring
kegiatan serta rekap data yang selama ini berjalan secara manual dan
memberatkan. Sistem informasi ini berbasis web dan menggunakan database untuk
menyimpan data.
Stakeholder
Adapun stakeholder
yang terlibat adalah sebagai berikut :
- Client : Sang Juara School
- Manajer Proyek : Theo Pratama
- System Analyst & Designer : Glleen Allan & Afifah
- Programmer : Theo Pratama & Afifah
- End-User : Karyawan dan pemilik kursus Sang Juara School
Biaya
Biaya yang diperlukan untuk membangun
proyek ini adalah sebagai berikut :
Berikut
anggaran biaya untuk 1 tahun pertama :
Kebutuhan (1
tahun)
|
Biaya
|
Domain
|
Rp70,000.00
|
Hosting
|
Rp100,000.00
|
Total
|
Rp170,000.00
|
Dibawah ini adalah anggaran biaya untuk tiap tahun berikutnya :
Kebutuhan (per
tahun)
|
Biaya
|
Hosting
|
Rp100,000.00
|
Total
|
Rp100,000.00
|
Screenshot
Dan dibawah ini adalah screenshot dari sistem informasi kursus
Sang Juara School :
Layar Utama Atas
Layar Utama Bawah


Komentar
Posting Komentar